Pantau Banjir dari Udara, BRMP Kalteng Petakan Lahan Terdampak di Seruyan
SERUYAN – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah memanfaatkan teknologi drone untuk memetakan kondisi lahan pertanian terdampak banjir sebagai langkah antisipatif terhadap dampak perubahan iklim pada sektor pertanian (18/06/2026).
Kegiatan peninjauan dilakukan pada sejumlah lokasi Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dan Optimalisasi Lahan (Oplah) di Kabupaten Seruyan. Pemanfaatan drone menjadi bagian dari upaya percepatan pengumpulan data lapangan yang lebih akurat, cepat, dan efisien.
Melalui pemetaan udara tersebut, tim BRMP Kalteng dapat mengidentifikasi titik-titik genangan, menghitung luasan lahan terdampak, serta mengevaluasi kondisi saluran irigasi yang mengalami hambatan akibat tingginya debit air.
Data hasil pemetaan ini selanjutnya akan menjadi dasar dalam penyusunan langkah penanganan teknis di lapangan, termasuk perbaikan tata air dan strategi percepatan tanam pascabanjir guna meminimalkan potensi kerugian petani.
Pemanfaatan teknologi drone ini juga menunjukkan komitmen BRMP Kalteng dalam mendorong modernisasi pertanian melalui penguatan data berbasis teknologi, sehingga setiap pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Melalui kegiatan ini, BRMP Kalteng berharap upaya mitigasi dampak banjir terhadap lahan pertanian dapat dilakukan lebih efektif, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah sebagai bagian dari dukungan terhadap swasembada pangan nasional.